Alat laboratorium kimia berfungsi untuk membantu melakukan eksperimen. Laboratorium adalah tempat riset ilmiah, eksperimen, pengukuran ataupun pelatihan ilmiah dilakukan. Laboratorium biasanya dibuat untuk memungkinkan dilakukannya kegiatan-kegiatan tersebut secara terkendali.

Laboratorium ilmiah biasanya dibedakan menurut disiplin ilmunya, misalnya laboratorium fisika, laboratorium kimia, laboratorium biokimia, laboratorium komputer, dan laboratorium bahasa.[1]

Di laboratorium kima sendiri terdapat berbagai macam alat-alat laboratorium yang berguna untuk memaksimalkan penelitan diantaranya adalah:[2]

Macam-macam Alat Laboratrium Kimia

  1. Erlenmeyer – Tempat membuat larutan. Dalam membuat larutan erlenmeyer yang selalu digunakan.
  2. Labu destilasi – Untuk destilasi larutan. Pada bagian atas terdapat karet penutup dengan sebuah lubang sebagai tempat termometer.
  3. Gelas Beaker – Tempat untuk menyimpan dan membuat larutan. Beaker glass memiliki takaran namun jarang bahkan tidak diperbolehkan untuk mengukur volume suatu zat ciar.
  4. Corong gelas – Corong digunakan untuk memasukan atau memindah larutan ai satu tempat ke tempat lain dan digunakan pula untuk proses penyaringan setelah diberi kertas saing pada bagian atas.
  5. Corong buchner – untuk Menyaring larutan dengan dengan bantuan pompa vakum.
  6. Buret – Digunakan untuk titrasi, tapi pada keadaan tertentu dapat pula digunakan untuk mengukut volume suatu larutan.
  7. Corong pisah – Untuk membuat dan atau mengencerkan larutan dengan ketelitian yang tinggi.
  8. Labu ukur leher panjang – Digunakakan untuk mengukur volume larutan,  Pengukuran dengan ketelitian tinggi dilakukan menggunakan pipet volume.
  9. kondensor – Digunakan Untukl destilasi larutan. Lubang lubang bawah tempat air masuk, lubang ata tempat air keluar.
  10. Filler (karet pengisap) – Untuk menghisap larutan yang akan dari botol larutan. Untuk larutan selain air sebaiknya digunakan karet pengisat yang telah disambungkan pada pipet ukur.
  11. Pipet ukur – Untuk mengukur volume larutan.
  12. Pipet volume atau volumetrik – Digunakan untuk mengambil larutan dengan volume tertentu sesuai dengan label yang tertera pada bagian pada bagian yang menggembung.
  13. Pipet tetes – Digunakan untuk meneteskan atau mengambil larutan dengan jumlah kecil.
  14. Pengaduk – Digunakan untuk mengocok atau mengaduk suatu baik akan direaksikan mapun ketika reaksi sementara berlangsung.
  15. Tabung reaksi – Digunakan untuk mereaksikan dua atau lebih zat.
  16. Spatula – adalah alat untuk mengambil obyek. Spatula yang sering digunakan di laboratorium biologi atau kimia berbentuk sendok kecil, pipih dan bertangkai.
  17. Kawat nikrom – Digunakan untuk uji nyala dari beberapa zat.
  18. Pipa kapiler – Digunakan untuk mengalirkam gas ke tempat tertentu dan digunakan pula dalam penentuan titik lebur suatu zat.
  19. Desikator – Digunakan untuk menyimpan bahan-bahan yang harus bebas air dan mengeringkan zat-zat dalam laboratorium. Dikenal dua jenis desikator yaitu desikator biasa dan desikator vakum.
  20. Indikator universal – Digunakan sebagai penutup saat melakukan pemanasan terhadap suatu bahan kimia, menimbang bahan-bahan kimia dan mengeringkan suatu bahan dalam desikator.
  21. Gelas arloji – untuk menimbang bahan-bahan kimia yang bersifat higroskopis, sebagai penutup saat melakukan pemanasan bahan kimia, dan sebagai wadah untuk mengeringkan suatu bahan dalam desikator.
  22. Hot hands – Untuk memegang peralatan gelas yang masih dalam kondisi panas.
  23. Kertas saring – untuk menyaring larutan
  24. Kaki tiga – sebagai penyangga pembakar spirtus.
  25. Kawat kasa – Sebagai alas atau untuk menahan labu atau beaker pada waktu pemanasan menggunakan pemanas spiritus atau pemanas bunsen.
  26. Rak tabung reaksi – Tempat tabung reaksi. Biasanya digunakan pada saat melakukan percobaan.
  27. Penjepit – untuk menjepit tabung reaksi.
  28. Stirer dan batang stirer –  Untuk mengaduk larutan. Batang-batang magnet diletakan di dalam larutan kemudian disambungkan arus listrik maka secara otomatis batang magnetik dari stirer akan berputar.
  29. Mortal dan pastle – Menghaluskan zat yang masing bersifat padat/kristal.
  30. Krusibel – digunakan untuk memanaskan logam-logam.
  31. Evaporating dish – Digunakan sebagai wadah. Misalnya penguapan larutan dari suatu bahan yang tidak mudah menguap.
  32. Klem dan statif – digunakan untuk menjepit soklet pada proses ekstraksi, Menjepit buret dalam proses titrasi dan menjepit kondensor pada proses destilasi.
  33. Ring – Untuk menjepit corong pemisah dalam proses pemisahan dan untuk meletakan corong pada proses penyeringan.
  34. Cawan Petri – digunakan untuk membiakkan sel.
  35. PH meter – untuk mengukur pH (derajat keasaman atau kebasaan) suatu cairan (ada elektroda khusus yang berfungsi untuk mengukur pH bahan-bahan semi-padat).
  36. Tanur – Digunakan sebagai pemanas pada suhu tinggi, sekitar 1000 °C.
  37. Clay triangle – Untuk menahan wadah, misalnya krus pada saat pemanasan ataau corong pada waktu penyaringan.
  38. Hot plate – Untuk memanaskan larutan. Biasanya untuk larutan yang mudah terbakar.
  39. Inkubator – Digunakan untuk fermentasi dan menumbuhkan media pada pengujian secara mikrobiologi.
  40. Pemanas atau pembakar bunsen – Untuk memanaskan larutan dan dapat pula digunakan untuk sterilisasi dalam suatu proses.

[ Baca juga – Macam-macam Alat Ukur Lengkap Beserta Fungsinya]

Alat Keselamatan Kerja di Laboratorium Kimia

  • Jas laboratorium (lab coat) – berfungsi melindungi badan dari percikan bahan kimia berbahaya.
  • Clear safety glasses – merupakan kaca mata keselamatan biasa yang digunakan untuk melindungi mata dari percikan larutan kimia atau debu.
  • Clear safety goggles – digunakan untuk melindungi mata dari percikan bahan kimia atau reaksi kimia berbahaya.
  • Sepatu – untuk melindungi kaki Anda ketika larutan atau bahan kimia yang tumpah.
  • Face shield – digunakan untuk melindungi muka Anda dari panas, api, dan percikan material panas. Alat ini biasa digunakan saat mengambil alat laboratorium yang dipanaskan di tanur suhu tinggi.
  • Masker gas – Digunakan untuk melindungi Anda dari gas berbahaya agar tidak terhirup.
  • Kaos tangan (glove) – melindungi tangan Anda dari ceceran larutan kimia yang bisa membuat kulit Anda gatal atau melepuh.
  • Pelindung telinga – digunakan untuk melindungi teringa dari bising yang dikeluarkan perlatatan tertentu, misalnya autoclave, penghalus sample tanah (crusher), sonikator, dan pencuci alat-alat gelas yang menggunakan ultrasonik.
  • Pembasuh mata – berfungsi membasuh mata yang terkena cairan kimia.

[ Baca juga: Daftar Nama Alat Laboratorium Fisika Dan Fungsinya ]

Referensi   [ + ]

1. https://id.wikipedia.org/wiki/Laboratorium
2. https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_alat_laboratorium_kimia