Alat reproduksi wanita atau sistem genital wanita memiliki banyak fungsi, yang Pertama adalah untuk bertanggung jawab memproduksi telur yang diperlukan untuk reproduksi, sehingga memudahkan terjadinya reproduksi.

Selain itu, ia menghasilkan hormon seks wanita yang mempertahankan siklus reproduksi dan memainkan peran langsung atau tidak langsung di tempat lain di tubuh.[1]

Organ reproduksi internal wanita (bagian dalam)

1 – Vagina: Vagina adalah kanal yang bergabung dengan serviks (bagian bawah rahim) ke bagian luar tubuh. Ini juga dikenal sebagai jalan lahir.

Vagina memanjang dari vulva secara eksternal ke serviks uterus secara internal. Hal ini terletak di dalam panggul, anterior ke rektum dan posterior kandung kemih. Vagina terletak pada sudut 90ยบ dalam kaitannya dengan rahim.

2 – Uterus (rahim): Rahim adalah organ berongga berbentuk pir yang merupakan rumah bagi janin yang sedang berkembang.

Rahim dibagi menjadi dua bagian:

  • serviks, yang merupakan bagian bawah yang terbuka ke dalam vagina, dan bagian utama rahim, disebut korpus.
  • Korpus dapat dengan mudah berkembang untuk menahan bayi yang sedang berkembang. Saluran melalui serviks memungkinkan sperma masuk dan darah menstruasi keluar.

4 – Ovarium: Ovarium adalah kelenjar berbentuk oval kecil yang terletak di kedua sisi rahim. Ovarium menghasilkan telur dan hormon.

5 – Saluran tuba: saluran tuba atau oviduk adalah tabung sempit yang menempel pada bagian atas rahim dan berfungsi sebagai terowongan untuk sel telur (ovum) untuk melakukan perjalanan dari ovarium ke rahim.

Konsepsi, pemupukan telur oleh sperma, biasanya terjadi pada saluran tuba. Telur yang telah dibuahi kemudian bergerak ke rahim, di mana ia menanam ke dalam lapisan dinding rahim.[2]

Organ reproduksi eksternal wanita (bagian luar)

Fungsi struktur reproduksi wanita eksternal (alat kelamin) ada dua: Agar sperma masuk ke tubuh dan untuk melindungi organ genital internal dari organisme infeksius. Struktur eksternal utama dari sistem reproduksi wanita meliputi:

1 – Labia majora: untuk melindungi organ reproduksi eksternal lainnya. Secara harfiah diterjemahkan sebagai “bibir besar,” labia majora relatif besar dan berdaging, dan sebanding dengan skrotum pada pria.

Labia majora mengandung keringat dan kelenjar yang mengeluarkan minyak. Setelah pubertas, labia mayora ditutupi rambut.

2 – Labia minora: Secara harfiah diterjemahkan sebagai “bibir kecil,” labia minora bisa sangat kecil atau sampai 2 inci.

Mereka berbaring tepat di dalam labia majora, dan mengelilingi bukaan ke vagina (kanal yang menghubungkan bagian bawah rahim ke bagian luar tubuh) dan uretra (tabung yang membawa air kencing dari kandung kemih ke bagian luar tubuh).

3 – Kelenjar Bartholin: Kelenjar ini terletak di samping lubang vagina dan menghasilkan cairan (lendir) sekresi.

4 – Klitoris: Sebuah tonjolan kecil dan sensitif yang sebanding dengan penis pada pria. Klitoris ditutupi lipatan kulit, disebut preputium, yang mirip dengan kulup di ujung penis. Seperti halnya penis, klitoris sangat sensitif terhadap rangsangan dan bisa menjadi tegak.[3]

Baca juga:

Referensi   [ + ]

1. http://emedicine.medscape.com/article/1898919-overview
2. http://www.webmd.com/sex-relationships/guide/your-guide-female-reproductive-system
3. https://www.kenhub.com/en/library/anatomy/female-reproductive-system