APBD

Fungsi APBD


Fungsi APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) secara umum adalah sebagai Otorisasi, Perencanaan, pengawasan, alokasi dan distribusi keuangan tahunan pemerintah daerah.

Berikut dibawah ini adalah penjelasan dari 5 fungsi utama APBD:

  1. Fungsi Otorisasi – APBD menjadi dasar bagi Pemerintah Daerah untuk melaksanakan pendapatan dan belanja pada tahun yang bersangkutan.
  2. Fungsi Perencanaan – APBD menjadi pedoman bagi pemerintah daerah untuk merencanakan kegiatan pada tahun yang bersangkutan.
  3. Fungsi Pengawasan – APBD menjadi pedoman untuk menilai (mengawasi) apakah kegiatan penyelenggaraan pemerintah daerah sudah sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
  4. Fungsi Alokasi – APBD dalam pembagiannya harus diarahkan dengan tujuan untuk mengurangi pengangguran, pemborosan sumber daya, serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas perekonomian.
  5. Fungsi Distribusi – APBD dalam pendistribusiannya harus memerhatikan rasa keadilan dan kepatutan.

APBD adalah rencana keuangan tahunan daerah yang dibahas dan disetujui bersama oleh Pemerintah Daerah dan DPRD, dan ditetapkan dengan Peraturan Daerah (Permendagri No.13 Tahun 2006).

APBD juga dapat diartikan sebagai suatu daftar yang memuat perincian sumber pendapatan daerah dan macam-macam pengeluaran daerah dalam waktu satu tahun.

Dengan demikian APBD merupakan alat/wadah untuk menampung berbagai kepentingan publik yang diwujudkan melalui berbagai kegiatan dan program dimana pada saat tertentu manfaatnya benar-benar akan dirasakan oleh masyarakat.

Artikel Terkait: