fungsi barometer


Fungsi Barometer adalah digunakan untuk mengukur tekanan udara atau berat atmosfer. Biasanya digunakan oleh ahli meteorologi, pilot, dan pelaut, untuk memprediksi kondisi cuaca dengan mengukur perubahan tekanan atmosfer.

Barometer yang paling populer dan sering digunakan untuk kehidupan sehari-hari saat ini adalah barometer aneroid meskipun barometer air dan air raksa.[1]

Jenis-Jenis Barometer

  • Barometer air raksa – terdiri dari tabung kaca vertikal dengan kolom merkuri di dalamnya. Ujung atas tabung kaca disegel (tertutup), sedangkan ujung tabung yang lain dibiarkan terbuka dan dibenamkan dalam wadah yang berisi air raksa.
  • Barometer air – terdiri dari wadah kaca tertutup yang setengah terisi air dan semacam cabang kecil (cerat).
  • Barometer aneroid – terdiri dari wadah dan semacam logam lentur yang dikenal sebagai kapsul aneroid atau sel, terbuat dari paduan berilium dan tembaga.
  • Barograf – terdiri dari silinder logam dengan lengan pena, barograf membaca perubahan tekanan atmosfer seperti barometer aneroid sedangkan lengan pena mencatat hasil pengukuran pada kertas atau media lain.

Prinsip Kerja Barometer

Jika pada barometer air raksa Pada suhu serta tekanan normal tinggi air raksa berkisar 76 cm dan memiliki tabung kaca dengan ketinggian minimal 84 cm, ditutup pada salah satu ujungnya, dengan reservoir merkuri mengisi penuh, dan terbuka di pangkalnya.

Untuk mengsisi barometer ini diperlukan sebuah alat bernama Pompa vakum. Pompa vakum ini membuat tabung kaca menjadi hampa. Air raksa selanjutnya ditarik menuju dalam tabung gelas dari wadah serta mengisi sebagian tabung kaca.

Untuk meningkatkan akurasinya, barometer jenis ini dilengkapi dua alat tambahan. Pertama yaitu skala verneir yang membantu pembacaan barometer dan termometer yang dipakai sebagai pengoreksi terhadap kesalahan faktor luar.[2]

Referensi   [ + ]

1. https://id.wikipedia.org/wiki/Barometer
2. http://www.sciencecompany.com/How-a-Barometer-Works.aspx