Candi

fungsi candi


Fungsi Candi secara umum adalah untuk kegiatan keagamaan, khususnya agama Hindu dan Buddha, pada masa yang lalu sejak abad ke-5 sampai dengan abad ke-14.

Candi mengacu pada berbagai macam bentuk dan bangunan, antara lain tempat beribadah, pusat pengajaran agama, tempat menyimpan abu jenazah para raja, tempat pemujaan atau tempat bersemayam dewa, petirtaan (pemandian) dan gapura.[1]

Contoh dan Fungsi Candi di Indonesia

1.) Candi Sebagai Tempat Pemujaan – digunakan untuk memuja dewa dewi yang dipercaya oleh umat Budha atau Hindu. Biasanya candi-candi ini dijadikan tempat tinggal para pemuka agama untuk bersemedi.

contoh: candi Prambanan, candi Canggal, candi Sambisari, dan candi Ijo.

2.) Candi Sebagai Tempat Pendharmaan – untuk memuliakan arwah raja atau tokoh penting yang telah meninggal. Candi ini kadang berfungsi sebagai candi pemujaan juga karena arwah raja yang telah meninggal seringkali dianggap bersatu dengan dewa perwujudannya.

contoh: candi Belahan tempat Airlangga dicandikan

3.) Candi Sebagai Tempat Pemandian – didirikan didekat sumber air atau di tengah kolam dan fungsinya sebagai pemandian,

contoh: Petirtaan Belahan, Jalatunda, dan candi Tikus

4.) Candi Sebagai Tempat Pertapaan – Biasanya didirikan di lereng-lereng gunung tempat bertapa, dan seringkali ditemukan di tempat bermukim masyarakat.

Contoh: Candi Gedong Songo di Bandungan, Kabupaten Semarang, candi dieng

5.) Candi Sebagai Tempat Wihara – didirikan untuk tempat para biksu atau pendeta tinggal dan bersemadi, candi seperti ini memiliki fungsi sebagai permukiman atau asrama, [2]

contoh: candi Sari dan Plaosan.


Referensi   [ + ]

1. www.candi.pnri.go.id/temples/
2. https://id.wikipedia.org/wiki/Candi