fungsi corong pisah


Fungsi corong pisah adalah digunakan dalam ekstraksi cair-cair untuk memisahkan komponen-komponen dalam suatu campuran antara dua fase pelarut dengan densitas berbeda yang tak campur. Pemisahan dengan corong pisah hanya bisa digunakan untuk pemisahan cair dengan cair.

Corong pemisah berbentuk kerucut yang ditutupi setengah bola. Ia mempunyai penyumbat di atasnya dan keran di bawahnya. Corong pemisah yang digunakan dalam laboratorium terbuat dari kaca borosilikat dan kerannya terbuat dari kaca ataupun Teflon. Ukuran corong pemisah bervariasi antara 50 mL sampai 3 L.[1]

Cara Menggunakan Corong Pemisah

Prinsip kerjanya yaitu unutk memisahkan zat/senyawa tertentu dalam sampel berdasarkan kelarutan dalam pelarut tertentu yang memiliki perbedaan fasa. Campuran dan dua fasa pelarut dimasukkan ke dalam corong dari atas dengan corong keran ditutup. Corong ini kemudian ditutup dan digoyang dengan kuat untuk membuat dua fase larutan tercampur. Corong ini kemudian dibalik dan keran dibuka untuk melepaskan tekanan uap yang berlebihan.

Corong ini kemudian didiamkan agar pemisahan antara dua fase berlangsung. Penyumbat dan keran corong kemudian dibuka dan dua fase larutan ini dipisahkan dengan mengontrol keran corong.[2]

[Baca Juga: Fungsi Corong Gelas]

Cara Ekstraksi Dengan Corong Pisah

Jenis corong pisah yang sering digunakan adalah corong pisah berbentuk silinder dan berbentuk buah pear. Lalu, proses ekstraksi dapat dilakukan secara continue atau bertahap, ekstraksi bertahap cukup dilakukan dengan corong pisah. campuran 2 pelarut dimasukkan dengan corong pisah. lapisan dengan berat jenis yang lebih ringan akan berada pada lapisan atas.

1). Alat dan bahan :

  • corong pisah berbentuk buah pear
  • tiang penyangga
  • labu erlenmeyer
  • batang pengaduk
  • lakmus biru
  • gelas ukur
  • minyak sayur
  • HCl 2N
  • air kran
  • batang pengaduk

2). Langkah kerja

  1. masukkan 40ml minyak sayur beserta HCl 2N (2ml) kedalam corong pisah
  2. kocok campuran tersebut agar homogen
  3. tambahkan 25ml aqua dm, kocok campuran kemudian diamkan sampai terbentuk 2 fasa
  4. pisahkan kedua fasa melalui kran corong pisah, tampung air pada penampung
  5. cek air yang keluar pada lakmus biru (jika berubah warna maka masih ada asam)
  6. lakukan point ke 3 sampai kertas lakmus tidak berubah warna
  7. minyak yang telah ditetesi HCl kemudian ditambahkan air.
  8. larutan minyak, HCl dan air harus dikocok dengan benar agar seluruh larutan tercampur dengan baik dan HCl dapat larut dengan baik
  9. lakmus biru berfungsi untuk mengecek/mengetahui bahwa larutan masih mengandung HCl atau tidak
  10. saat kran akan dibuka (untuk mengeluarkan lapisan air) tutup corong pisah harus dibuka juga, agar tekanan dalam corong pisah dapat keluar dan air bisa turun.[3]

Referensi   [ + ]

1. https://id.wikipedia.org/wiki/Corong_pemisah
2. http://ocw.mit.edu/resources/res-5-0001-digital-lab-techniques-manual-spring-2007/
3. https://syafiqdhia.wordpress.com/2012/10/18/ekstraksi-dengan-corong-pisah/