Crane

Fungsi Crane atau Derek adalah untuk mengangkat benda secara horizontal (bawah ke atas atau atas ke bawah), dilengkapi dengan kawat atau rantai yang digerakkan dengan banyak katrol. Alat berat ini memilki bentuk dan kemampuan angkat yang besar dan mampu berputar hingga 360 derajat dan jangkauan hingga puluhan meter. [1]

Mobil dan truck crane yang menggunakan lengan (boom) jenis teleskopik, dapat dipanjang atau dipendekkan dengan mudah sesuai dengan kebutuhan sehingga lebih efektif.

Komponen dan Bagian-bagian Crane

1 – Jib/Lengan Crane: bagian terpanjang dan dapat berputar sebesar 360°, Jib, merupakan lengan tower crane yang terdiri dari elemen-elemen besi yang tersusun menjadi satu bagian rangka batang. Fungsinya untuk mengangkat material yang di butuhkan dengan bantuan kabel baja (sling).

2 – Counter Weight: bagian ini ada di belakang dari crane, berfungsi untuk menyeimbangkan berat crane dengan jib dengan bantuan beton sebagai penyeimbang.

3 – Hoist, Trolley Dan Sling: Hoist merupakan bagian dari crane yang berfungsi untuk membawa material secara vertikal, sedangkan trolley berfungsi membawa material secara horizontal. Kemudian sling, merupakan baja besi yang menyatu dengan bagian hoist.

4 – Operator Cab: di bagian ini terdapat alat-alat pengendali berupa tuas. Fungsinya sebagai tempat mengoperasikan crane.

5 – Mast: fungsinya untuk memperkuat pondasi crane. Pondasi crane harus terbuat dari beton yang besar.

6 – Slewing Unit: berfungsi dalam memutarkan crane

7 – Climbing Frame: Sebagai alat bantu untuk operator agar dapat memasuki bagian Operator’s Cab.

8 – Tower Top: Merupakan bagian paling puncak dari crane.

9 – Collar Frame: biasanya di pasang setiap 20m di antara setiap section­. Apabila ketinggian crane telah melebihi batas free standing, maka tower harus di pasangkan sabuk pengaman yang di ikatkan pada bangunan.

Baca juga:

Jenis Crane dan Fungsinya

1 – Tower Crane: terdiri dari beberapa bagian yang dapat dibongkar pasang ketika digunakan sehingga mudah untuk dibawa kemana saja.

Biasanya diangkut secara terpisah menggunakan kendaraan (trailer) ke tempat proyek kemudian dipasang kembali di tempat proyek.

2 – Truck Crane: crane yang terdapat langsung pada Truck sehingga bisa langsung dibawa ke lokasi kerja tanpa harus menggunakan kendaraan (trailer).

Memiliki pondasi/tiang yang dapat dipasangkan ketika beroperasi, agar saat beroperasi crane menjadi seimbang.

3 – Crawler Crane: merupakan pesawat pengangkat material yang biasa digunakan pada lokasi proyek pembangunan dengan jangkaun yang tidak terlalu panjang.  Memiliki roda-roda rantai (crawler) yang dapat bergerak ketika digunakan.

4 – Hidraulik Crane: biasanya diletakkan pada suatu titik dan tidak untuk dipindah-pindah dan dengan jangkauan tidak terlalu panjang serta putaran yang hanya 180 derajat.

5 – Hoist Crane: pesawat pengangkat yang biasanya terdapat pada pergudangan dan perbengkelan. Hoist Crane ditempatkan pada langit-langit dan berjalan diatas rel khusus.

6 – Jip Crane: Jip crane adalah pesawat pengangkat yang terdiri dari berbagai ukuran, yang kecil biasanya digunakan pada perbengkelan dan pergudangan.

Referensi   [ + ]

1. https://id.wikipedia.org/wiki/Derek