DNA

fungsi DNA dan RNA


Fungsi DNA secara umum adalah untuk menyimpan dan menentukan karakteristik biologis pada setiap mahkluk hidup yang sesuai dengan pengaturan koneksi pada molekul yang sangat spesifik.

DNA (deoxyribonucleic acid) juga berfungsi untuk keperluan sintesis biologis untuk penciptaan protein seluler dan pembentukan molekul RNA.[1]

Fungsi lainnya adalah sebagai berikut:

  • Sebagai pembawa informasi genetik DNA.
  • Memiliki peran dalam menduplikasi diri dan dalam pewarisan sifat.
  • Sebagai ekspresi informasi genetik.
  • Pengarah sintesis RNA pada sebuah proses kimia atau transkripsi.
  • Kode untuk pengaktifan protein dan penonaktifan gen.
  • Membuat protein.

Pada manusia, DNA terikat dalam 46 kromosom dengan 23 kromosom XY atau masing-masing kromosom berasal dari sel germinal perempuan dan sel laki-laki.

Sel germinal pada spermatozoa (pria) dan pada ovum atau telur (perempuan) masing-masing menyumbangkan 23 kromosom pada tubuh dan keduanya bergabung hingga 46 kromosom untuk membentuk genetik seseorang.

Pada dasarnya, setiap makhluk yang ada di bumi memiliki DNA yang unik yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi seseorang atau individu terkecuali jika keturunan merupakan kembar identik.

RNA (asam ribonukleat)

Fungsi RNA adalah untuk pembentukan protein dan sintesis. RNA juga berperan penting dalam ekspresi gen dan katalisis kimia dari kedua pembentukan ikatan peptida dan molekul RNA lainnya.

Fungsi utama dari RNA adalah untuk membawa salinan dasar asam deoksiribonukleat suatu organisme (DNA) informasi ke dalam protein baru pembentuk sel.[2]

Struktur dasar RNA mirip dengan DNA. RNA merupakan polimer yang tersusun dari sejumlah nukleotida. Setiap nukleotida memiliki satu gugus fosfat, satu gugus pentosa, dan satu gugus basa nitrogen (basa N). Polimer tersusun dari ikatan berselang-seling antara gugus fosfat dari satu nukleotida dengan gugus pentosa dari nukleotida yang lain.

Perbedaan RNA dengan DNA terletak pada satu gugus hidroksil cincin gula pentosa, sehingga dinamakan ribosa, sedangkan gugus pentosa pada DNA disebut deoksiribosa.

Replikasi DNA

Replikasi merupakan proses pelipatgandaan DNA. Proses replikasi ini diperlukan ketika sel akan membelah diri. Pada setiap sel, kecuali sel gamet, pembelahan diri harus disertai dengan replikasi DNA supaya semua sel turunan memiliki informasi genetik yang sama.

Apapun molekul yang membawa informasi genetik harus mampu mengkopi dirinya dalam cara yang hampir bebas dari kesalahan. DNA terbuat dari empat basa, disingkat A, C, G dan T. DNA adalah molekul untai ganda, di mana A dalam satu untai selalu cocok dengan T dalam untai lain, dan C selalu cocok dengan G.

Baca Juga:

Jika dua untai DNA dipisahkan dan untai baru dibangun, ia akan menggunakan pola untai yang ada untuk membangun salinan, karena dimana ada A seberang T dalam aslinya, akan ada A seberang T dalam salinan.

Referensi   [ + ]

1. https://id.wikipedia.org/wiki/Asam_deoksiribonukleat
2. https://id.wikipedia.org/wiki/Asam_ribonukleat