fungsi, sifat, dan cara kerja enzim


Fungsi Enzim adalah sebagai katalisator yang mempercepat terjadinya laju sebuah reaksi. Enzim ini akan mengubah senyawa dan mempercepat proses reaksi dengan mengubah molekul awal yang dikenali dan diikat secara spesifik oleh enzim (substrat) menjadi molekul lain (produk).[1]

Enzim diproduksi oleh setiap makhluk hidup sebagai bahan yang berfungsi untuk membantu proses sistem pencernaan dan fungsi organ tubuh lainnya. Saat tubuh kita kekurangan enzim, maka metabolisme tubuh akan terpengaruhi sehingga menjadikan kondisi kesehatan menurun.

Berikut penggolongongan enzim berdasarkan fungsinya didalam tubuh, yaitu:

a. Enzim Karbohidrase – berfungsi untuk memecah rantai glukosa berupa sakarida yang terdapat dalam proses pencernaan karbohidrat.

Enzim yang masuk ke dalam golongan ini adalah:

  • Enzim pektinase – mengurai petin menjadi senyawa asam pektin.
  • Enzim maltosa – mengurai maltosa menjadi senyawa glukosa.
  • Enzim amilase – mengurai amilum atau polisakarida menjadi senyawa maltosa, yakni senyawa disakarida.
  • Enzim sukrosa – mengurai sukrosa menjadi senyawa glukosa dan juga fruktosa.
  • Enzim laktosa – mengurai senyawa laktosa menjadi senyawa glukosa dan juga galaktosa.
  • Enzim selulose – mengurai selulosa atau polisakarida menjadi senyawa selabiosa atau disakarida.

b. Enzim Protease – enzim yang dapat berfungsi dalam proses kimiawi dalam pencernaan protein.

Enzim yang masuk ke dalam golongan ini antara lain:

  • Enzim peptidase – mengurai senyawa peptide menjadi senyawa asam amino.
  • Enzim renin – mengurai senyawa kasein dan susu.
  • Enzim tripsin – mengurai pepton menjadi senyawa asam amino.
  • Enzim galaktase – mengurai senyawa gelatin.
  • Enzim entrokinase – mengurai senyawa pepton menjadi sentawa asam amino.

c. Enzim Esterase – enzim yang dapat berfungsi dalam proses penguraian senyawa ester.

enzim yang masuk ke dalam golongan ini antara lain:

  • Enzim lipase – mengurai lemak menjadi senyawa gliserol dan juga asam lemak.
  • Enzim fostatase -mengurai suatu ester dan mendorong terjadinya pelepasan asam fosfor.

Sifat Enzim

  • Biokatalisator – Enzim dalam jumlah sedikit saja dapat mempercepat reaksi beribu-ribu kali lipat, tetapi ia sendiri tidak ikut bereaksi.
  • Bekerja secara spesifik – Enzim tidak dapat bekerja pada semua substrat, tetapi hanya bekerja pada substrat tertentu saja. Misalnya, enzim katalase hanya mampu menghidrolisis H2O2 menjadi H2O dan O2.
  • Koloid – Enzim merupakan suatu protein sehingga dalam larutan enzim membentuk suatu koloid. Hal ini menambah luas bidang permukaan enzim sehingga aktivitasnya lebih besar.
  • Bereaksi dengan substrat asam maupun basa – Sisi aktif enzim mempunyai gugus R residu asam amino spesifik yang merupakan pemberi atau penerima protein yang sesuai.
  • Termolabil – Aktivitas enzim dipengaruhi oleh suhu. Jika suhu rendah, kerja enzim akan lambat. Semakin tinggi suhu, reaksi kimia yang dipengaruhi enzim semakin cepat, tetapi jika suhu terlalu tinggi, enzim akan mengalami denaturasi.
  • Bolak-balik (reversibel) – Enzim tidak dapat menentukan arah reaksi, tetapi hanya mempercepat laju reaksi mencapai kesetimbangan. Misalnya enzim lipase dapat mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Sebaliknya, lipase juga mampu menyatukan gliserol dan asam lemak menjadi lemak.[2]

Cara Kerja Enzim

Sebagian besar enzim bekerja secara khas yang artinya setiap jenis enzim hanya dapat bekerja pada satu macam senyawa atau reaksi kimia. Hal ini disebabkan perbedaan struktur kimia tiap enzim yang bersifat tetap.

Secara lebih jelas, mekanisme cara kerja enzim dapat dijelaskan melalui alur berikut:

  • Menciptakan lingkungan yang transisinya terstabilisasi untuk menurunkan energi aktivasi, misalnya dengan cara mengubah substrat.
  • Meminimalkan energi transisi dengan membuat lingkungan reaksi terdistribusi muatan berlawanan dan tanpa mengubah bentuk substrat sedikit pun.
  • Melalui pembentukan lintasan reaksi alternatif.
  • Menggiring substrat ke orientasi yang tepat untuk bereaksi dengan menurunkan entropi reaksi.

Struktur Enzim

Setiap enzim terbentuk dari molekul protein sebagai komponen utama penyusunnya dan beberapa enzim hanya terbentuk dari molekul protein dengan tanpa adanya penambahan komponen lain.

Struktur-enzimStruktur enzim terdiri dari komponen utama sebagai berikut:

  • APOENZIM – Merupakan bagian protein dari enzim, sebagai tempat melekatnya substrat, bersifat thermolabil (peka terhadap suhu tinggi), dan berfungsi menentukan kekhususan dari enzim.
  • KOFAKTOR – Merupakan bagian non protein dari enzim, bersifat stabil pada suhu tinggi, dan tidak berubah pada akhir reaksi. Kofaktor terdiri dari aktivator, gugus prostetik, dan koenzim.

Kofaktor terbagi menjadi dua lagi, yaitu molekul organik dan non-organik. Molekul organik (koenzim) contohnya adalah Vitamin. Sedangkan molekul non-organik (ion logam) contohnya adalah Fe+2, Mn+2.

Referensi   [ + ]

1. https://id.wikipedia.org/wiki/Enzim
2. BIOLOGI SMA KELAS XII, langkah Sembiring dan Sudjino