Hutan Bakau (mangrove)

Fungsi hutan bakau


Fungsi hutan bakau yang paling utama adalah untuk melindungi garis pantai dari abrasi atau pengikisan, serta meredam gelombang besar termasuk tsunami.

Hutan Bakau (mangrove) adalah hutan yang tumbuh di air payau, dan dipengaruhi oleh pasang-surut air laut. Hutan ini tumbuh khususnya di tempat-tempat di mana terjadi pelumpuran dan akumulasi bahan organik. [1]

Fungsi dan Manfaat Lain dari Hutan Bakau (Mangrove)

Ekosistem hutan mangrove memberikan banyak manfaat baik secara tidak langsung maupun secara langsung kepada kehidupan manusia diantaranya yaitu :

a. Fungsi Hutan Bakau dari segi ekonomi

  • Penghasil kayu : bakar, arang, bahan bangunan.
  • Penghasil bahan baku industri : pulp, tanin, kertas, tekstil, makanan, obat-obatan.
  • Penghasil bibit ikan, nener, kerang, kepiting, bandeng.

b. Fungsi Hutan bakau secara biologis

  • Menghasilkan bahan pelapukan yang menjadi sumber makanan penting bagi plankton, sehingga penting pula bagi keberlanjutan rantai makanan.
  • Tempat memijah dan berkembang biaknya ikan-ikan, kerang, kepiting dan udang.
  • Tempat berlindung, bersarang dan berkembang biak dari burung dan satwa lain.
  • Sumber plasma nutfah & sumber genetik.

Ciri-Ciri Hutan Bakau

  • Jenis tanahnya berlumpur, berlempung, atau berpasir  dengan bahan-bahan yang berasal dari lumpur, pasir, atau pecahan karang.
  • Lahannya tergenang air laut secara berkala setiap hari sampai daerah yang hanya tergenang saat pasang pertama.
  • Mendapat cukup pasokan air tawar dari darat yang  berfungsi untuk menurunkan salinitas serta menambah pasokan unsur hara dan lumpur.
  • Airnya payau dengan salinitas antara 2–22 ppm (1 ppm = 0,05%) atau asin dengan salinitas mencapai 38 ppm.
  • Memiliki akar tidak beraturan  misalnya seperti jangkar melengkung dan menjulang pada bakau,serta akar yang mencuat vertikal seperti pensi.

Baca Juga:


Referensi   [ + ]

1. https://id.wikipedia.org/wiki/Hutan_bakau