Hutan Lindung

Fungsi hutan lindung


Fungsi hutan lindung adalah sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, mencegah intrusi air laut, dan memelihara kesuburan tanah.

Kawasan lindung adalah wilayah yang ditetapkan dengan fungsi utama melindungi kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumber daya alam dan sumber daya buatan.[1]

Manfaat Hutan Lindung

  • Mencegah banjir – karena hutan yang terpelihara dapat menyerap air hujan agar tidak turun langsung ke daerah bawahnya.
  • Menyimpan cadangan air tanah – Cadangan air tersebut bisa digunakan ketika musim kemarau, sehingga penduduk sekitar hutan terhindar dari bencana kekeringan.
  • Mencegah erosi dan tanah longsor – Lahan terbuka yang diatasnya tidak tertutup hutan akan cepat tergerus erosi. Erosi akan mendangkalkan sungai-sungai yang ada dibawahnya. Selain itu juga, bagi hutan-hutan yang terdapat di lereng-lereng curam erosi bisa menyebabkan bencana tanah longsor.
  • Memelihara kesuburan tanah – hutan seperti sebuah tempat pengomposan raksasa. Berbagai macam material organik akan terurai menjadi humus di dalam hutan. Humus hutan ini berfungsi sebagai pupuk yang meningkatkan kesuburan tanah.
  • Penyimpan sumber daya genetika – di dalam hutan terdapat plasma nuftah yang sangat tinggi. Keanekaragaman hayati hutan merupakan sumber kehidupan.
  • Habitat hidup hewan dan tumbuhan – hutan yang baik bisa melindungi satwa dan tumbuhan yang ada didalamnya.[2]

Referensi   [ + ]

1. www.id.wikipedia.org/wiki/Hutan_lindung
2. www.jurnalbumi.com/hutan-lindung