Musik Tradisional

fungsi musik nusantara


Fungsi Musik Tradisional secara umum adalah sebagai sarana atau media upacara adat budaya (ritual), pengiring tari, media hiburan, media komunikasi, media ekspresi diri dan sarana ekonomi.

Musik tradisional adalah musik yang hidup di masyarakat secara turun temurun dan dipertahankan sebagai sarana hiburan, maka keberlangsungannya dalam konteks saat ini yaitu upaya pewarisan secara turun temurun masyarakat sebelumnya untuk masyarakat selanjutnya dan komponen yang saling mempengaruhi di antaranya Seniman, musik itu sendiri dan masyarakat penikmatnya.[1]

Pengertian Musik Tradisional

Musik Nusantara adalah seluruh musik yang berkembang di Nusantara ini, yang menunjukkan atau menonjolkan ciri keindonesiaan, baik dalam bahasa maupun gaya melodinya.

Musik Nusantara terdiri dari musik tradisi daerah, musik keroncong, musik dangdut, musik langgam, musik gambus, musik perjuangan, dan musik pop.

Menurut Purba (2007:2), musik tradisional tidak berarti bahwa suatu musik dan beragam unsur di dalamnya bersifat kolot, kuno atau ketinggalan zaman. Tetapi musik tradisional adalah musik yang bersifat khas dan mencerminkan kebudayaan suatu etnis atau masyarakat.

6 Fungsi Musik Tradisional Di Daerah Indonesia

1. Sebagai Sarana upacara budaya (ritual)
Biasanya berkaitan erat dengan upacara- upacara kematian, perkawinan, kelahiran, serta upacara keagamaan dan kenegaraan. Bunyi-bunyian dan nada-nada yang dihasilkan sangat memungkinkan untuk mendukung upacara budaya ( Ritual).

Di beberapa daerah, bunyi yang dihasilkan oleh instrumen atau alat tertentu diyakini memiliki kekuatan magis. Oleh karena itu, instrumen seperti itu dipakai sebagai sarana kegiatan adat masyarakat.

2. Untuk Hiburan Masyarakat
musik merupakan salah satu cara untuk menghilangkan kejenuhan akibat rutinitas harian, serta sebagai sarana rekreasi dan ajang pertemuan dengan warga lainnya.

pada masa kerajaan memerintah di daerah-daerah di Indonesia, setiap ada tamu kerajaan yang datang maka akan disambut oleh iringan-iringan musik tradisional sebagai upacara penyambutan dan sebagai sarana penghibur bagi para tamu kerajaan.

3. Sebagai Sarana Mengekspresikan Diri
musik adalah media untuk mengekspresikan diri mereka. Melalui musik, mereka mengaktualisasikan potensi dirinya. Melalui musik pula, mereka mengungkapkan perasaan, pikiran, gagasan, dan cita- cita tentang diri, masyarakat, Tuhan, dan dunia.[2]

4. Sebagai Sarana Alat Komunikasi
Di beberapa tempat di Indonesia, bunyi- bunyi tertentu yang memiliki arti tertentu bagi anggota kelompok masyarakatnya.

Umumnya, bunyi- bunyian itu memiliki pola ritme tertentu, dan menjadi tanda bagi anggota masyarakatnya atas suatu peristiwa atau kegiatan. Alat yang umum digunakan dalam masyarakat Indonesia adalah kentongan, bedug di masjid, dan lonceng di gereja.

5. Sebagai Sarana Untuk Pengiring Tarian
Di berbagai wilayah di Indonesia, bunyi-bunyian atau musik dibuat oleh masyarakat untuk mengiringi tarian- tarian khas daerah. Oleh karena itu, kebanyakan tarian khas daerah di Indonesia hanya dapat diiringi oleh musik daerahnya sendiri-sendiri.

Selain musik daerah, musik pop dan dangdut juga digunakan untuk mengiringi berbagai tarian modern, seperti poco-poco, dansa dan lain sebagainya.

6. Sarana Ekonomi
Bagi para musisi dan artis professional, musik tidak saja sekadar berguna sebagai sarana ekspresi dan aktualisasi diri. Musik juga merupakan sumber penghasilan.

Mereka dihargai lewat karya (lagu) yang mereka buat dan yang mereka mainkan. Semakin bagus dan semakin populernya suatu karya seni musik maka akan semakin tinggi penghargaan yang diberikan baik penghargaan dalam bentuk materiil maupun moral.

Jenis Musik Nusantara di Indonesia

  • Musik Laras Madya dan Santi Swara -Berasal dari Jawa tengah, yang memiliki ciri-ciri lebih fokus ke lagu-lagu shalawatan (bernuansa islami), lebih berbentuk seperti koor tetembangan yang pengiringnya berupa rebana, bisa juga ditambah dengan kendang, kemanak dan bogem.
  • Musik Gambang Kromong – Merupakan sebuah musik tradisi serapan dari musik etnis Cina. Sebagian besar pelakunya adalah seniman-seniman Betawi dan juga dari etnis non chines. Salah satu fungsi dari musik ini adalah digunakan sebagai musik iringan lenong (Betawi).
  • Musik Karang Dodou – Merupakan musik tradisional khas yang berasal dari daerah Tanah siang, Kalimantan Tengah, Musik ini adalah jenis musik ritual yang hanya bisa dilihat pada saat upacara adat tertentu saja.
  • Musik Huda – Merupakan gabungan dari 3 jenis musik tradisional Minangkabau, seperti Dikil Rabaro, Salaulaik Dulang dan Dikil Mundan (musik bernuansa islami).
  • Musik Krumpyung – Nama krumpyung sendiri berasal dari bunyi rangkaian instrumen musik saat digerakkan. Kesenian ini berasal dari kelurahan Agrowillis, kecamatan Kokap, kabupaten kulon Progo, Yogyakarta. Pada mulanya merupakan sebuah sebutan yang digunakan untuk sebuah instrumen yang terdiri dari rangkaian alat musik bambu atau yang lebih dikenal dengan nama Angklung.
  • Musik Gong Luang – Musik tradisional yang berasal dari Bali ini merupakan sebuah gamelan yang sifatnya sakral dan pada umumnya hanya dipergunakan untuk mengiringi upacara kematian (ngaben).
  • Musik Goong Renteng – Biasanya, musik ini digunakan untuk upacara muludan/Maulid Nabi (Muhammad SAW). Goong Renteng ini terdiri dari berbagai instrumen, yaitu Kecrek, Bonang, Kendang dan Saron.

Baca Juga – Fungsi dan Tujuan Negara


Referensi   [ + ]

1. https://id.wikipedia.org/wiki/Musik_tradisional
2. https://id.wikipedia.org/wiki/Musik