fungsi piston


Fungsi Piston (ring piston) adalah untuk menerima tekanan hasil pembakaran campuran gas dan meneruskan tekanan untuk memutar poros engkol (crank shaft) melalui batang piston (connecting rod), atau sebagai alat penampang untuk menahan tekanan pada saat langah kompresi dan langkah tenaga.

Piston bergerak naik turun terus menerus di dalam silinder untuk melakukan langkah hisap, kompresi, pembakaran dan pembuangan.

Piston dapat digolongkan berdasarkan :

  • Bahannya – besi tuang, semi baja dan campuran alumunium.
  • Bentuk tameng – rata,  , miring, atau cekung.
  • Kelonggaran silinder – konstan atau berubah – ubah.
  • Jumlah ring/cincinnya – dua, dan tiga.

piston memiliki fungsi yang sangat penting dalam melakukan siklus kerja mesin dan dalam menghasilkan tenaga pembakaran.

Piston yang bagus harus memiliki syarat – syarat sebagai berikut:

  • Ringan – agar mudah bagi mesin dalam mencapai putaran tinggi. Jika konstruksi piston terlalu berat , maka sulit bagi mesin untuk mencapai putaran tinggi.
  • Tahan terhadap tekanan ledakan – Karena hasil pembakaran dari bensin dan udara terbakar oleh percikan listrik dari busi ini akan menimbulkan ledakan dan tekanan yang sangat kuat di dalam ruang bakar, maka dari itu  selain piston harus ringan tapi piston juga harus kuat dalam menahan ledakan dan tekanan hasil pembakaran.
  • Tahan terhadap pemuaian – Pembakaran campuran bensin dan udara dalam ruang bakar akan menimbulkan panas, suhu di daerah ruang bakar akan naik sangat tinggi. Jika pemuaian yang dialami piston berlebihan maka akan membuat piston terkunci ke dinding silinder blok, sehingga piston akan berhenti bekerja naik turun dan mesin akan mati.[1]

Tiap piston biasanya dilengkapi dengan alur-alur untuk penempatan ring piston atau pegas piston dan lubang untuk pemasangan pena piston. Bagian atas piston akan menerima kalor yang lebih besar dari pada bagian bawahnya saat bekerja.

Batang Piston

batang piston menghubungkan piston ke crank atau poros engkol. Bersama dengan crank, sistem ini membentuk mekanisme sederhana yang mengubah gerak lurus/linear menjadi gerak melingkar.

Batang piston juga dapat mengubah gerak melingkar menjadi gerak linear, karena batang piston itu kaku, maka ia dapat meneruskan tarikan dan dorongan, sehingga batang pistonnya dapat merotasi crank melalui kedua bagian dari revolusi, yaitu tarikan piston dan dorongan piston.[2]

Untuk Fungsi batang piston antara lain :

  • Menghubungkan piston dan poros engkol (kruk-as).
  • Merubah gerak lurus piston mejadi gerak putar pada poros engkol (kruk-as).
  • Memindahkan gaya piston ke poros engkol dan membangkitkan momen putar pada poros engkol (kruk-as).

Bagian-bagian Piston

Piston terdiri dari 4 bagian yaitu :

  • Kepala piston – Untuk menahan tekanan akibat ledakan di ruang bakar dan menahan kompresi, dan dibantu oleh Ring piston untuk menanggulangi kebocoran kompresi/tekanan. Biasanya berbentuk oval atau bulat, tapi ukuran diameter kepala piston, selalu lebih kecil dari diameter terbesar bodi piston, umumnya 1mm lebih kecil.
  • Ring Grove (tempat ring) – berguna untuk temapt bersarang Ring piston.
  • Pin Hole, (bagian samping) – berguna utk rumah pin dan bagian ini lebih ramping tapi berkontruksi lebih kokoh, karena kontruksi kekuatan ada pada bagian ini. Dibuat ramping karena mengurangi berat dan mengurangi bidang gesekan pada liner(boring).
  • Bagian Ekor – untuk menahan gerakan piston sehingga pada bagian ini pemuaiannya sangat besar. Oleh sebab itu dibuat OVAL, agar bidang gesekan menjadi lebih kecil dan menghindari pemuaian berlebih sehingga menyebabkan macet.

Referensi   [ + ]

1. https://id.wikipedia.org/wiki/Torak
2. https://id.wikipedia.org/wiki/Batang_piston