fungsi plasenta


Fungsi Plasenta pada janin adalah sebagai pertukaran produk-produk metabolisme dan produk gas antara peredaran darah ibu dan janin, serta produksi hormon atau bisa juga disebut sebagai tempat makanan janin selama didalam kandungan.[1]

Plasenta dan tali pusat, atau dikenal lebih awam sebagai ari-ari, merupakan penghubung antara Ibu dan bayi. Plasenta terbentuk lengkap saat usia kehamilan mencapai 16 minggu.

Plasenta berperan penting dalam menjaga pertumbuhan janin dengan baik, karena semua zat yang diperlukan untuk pertumbuhan janin dihantarkan melalui plasenta. Beberapa fungsi plasenta lainnya adalah:

  • Mengirimkan gizi dan oksigen dari darah ibu pada janin.
  • Membawa karbondioksida dan sisa-sisa pembuangan janin kembali ke darah ibu.
  • Membentuk penahanan untuk infeksi dan obat-obatan tertentu.
  • Plasenta menghasilkan hormon hCG (Human Chorionic Gonadotropin) yang berfungsi meningkatkan produksi progesteron oleh indung telur sehingga menstruasi tidak terjadi dan tetap menjaga kehamilan.
  • Plasenta juga berguna sebagai suatu saluran perkuatan sistem imun janin terhadap kemungkinan serangan oleh bakteri.

Struktur Plasenta pada manusia memiliki diameter rata-rata 22 cm, berat rata-rata 470 gram, dan rata-rata tebal (pada bagian tengah plasenta) 2,5 cm dan mempunyai dua komponen yaitu bagian ibu yang dibentuk oleh desidua basalis dan bagian janin yang dibentuk oleh korion frondosum.

Tipe-Tipe Plasenta

Menurut bentuknya, plasenta terbagi menjadi:

  • Plasenta normal
  • Plasenta membranasea (tipis)
  • Plasenta suksenturiati (satu lobus terpisah)
  • Plasenta spuria
  • Plasenta bilobus (2 lobus)
  • Plasenta trilobus 3 lobus)

Referensi   [ + ]

1. https://id.wikipedia.org/wiki/Plasenta