Relay

fungsi relay


Fungsi Relay secara umum adalah sebagai saklar yang dapat aktif jika diberi arus listrik pada coil magnetiknya. Relay menggunakan prinsip elektromagnetik untuk menggerakkan kontak saklar sehingga dengan arus listrik yang kecildapat menghantarkan listrik yang bertegangan lebih tinggi.

Relay adalah saklar remote listrik yang dikendalikan oleh saklar/ switch, komputer, atau modul kontrol lainnya. Relay memungkinkan penggunaan arus kecil untuk mengontrol arus yang lebih besar guna mengurangi beban kerja batre/ aki pada kendaraan.[1]

Contoh penerapannya adalah pada penyalaan sepasang fog lamp (lampu kabut/ tembak) yang masing-masing membutuhkan arus 25 A 100 watt, klakson double, dan lain-lain.

Cara Kerja Relay

Pada dasarnya, Relay terdiri dari 4 komponen dasar  yaitu :

  • Electromagnet (Coil)
  • Armature
  • Switch Contact Point (Saklar)
  • Spring

Istilah Pole dan Throw yang dipakai dalam Saklar juga berlaku pada Relay. Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai Istilah Pole and Throw :

  1. Pole – Banyaknya Kontak (Contact) yang dimiliki oleh sebuah relay
  2. Throw – Banyaknya kondisi yang dimiliki oleh sebuah Kontak (Contact)

Berdasarkan penggolongan jumlah Pole dan Throw-nya sebuah relay, maka relay dapat digolongkan menjadi :

  • Single Pole Single Throw (SPST) – Relay golongan ini memiliki 4 Terminal, 2 Terminal untuk Saklar dan 2 Terminalnya lagi untuk Coil.
  • Single Pole Double Throw (SPDT) – Relay golongan ini memiliki 5 Terminal, 3 Terminal untuk Saklar dan 2 Terminalnya lagi untuk Coil.
  • Double Pole Single Throw (DPST) – Relay golongan ini memiliki 6 Terminal, diantaranya 4 Terminal yang terdiri dari 2 Pasang Terminal Saklar sedangkan 2 Terminal lainnya untuk Coil. Relay DPST dapat dijadikan 2 Saklar yang dikendalikan oleh 1 Coil.
  • Double Pole Double Throw (DPDT) – Relay golongan ini memiliki Terminal sebanyak 8 Terminal, diantaranya 6 Terminal yang merupakan 2 pasang Relay SPDT yang dikendalikan oleh 1 (single) Coil. Sedangkan 2 Terminal lainnya untuk Coil.[2]

Penggunaan Relay Untuk mobil dan Motor

Dengan prinsip kerja relay yang dapat digunakan sebagai elektromagnetik switch maka relay dapat digunakan untuk berbagai macam dalam kendaraan. Diantaranya:

Lampu motor / mobil jadi lebih terang – Lampu motor yang redup bisa disebabkan bertambah besarnya tahanan dalam rangkaian lampu kepala. Hal tersebut bisa diakali dengan menggunakan relay.

Kunci pengaman sepeda motor – Untuk membuat kunci pengaman bisa dilakukan dengan menggunakan sebuah relay. Prinsipnya relay tersebut digunakan untuk saklar yang memutus dan menghubungkan arus listrik menuju coil.

Variabel yang perlu di perhatikan ketika Anda membeli relay:

  • Tegangan dan arus yang diperlukan untuk mengaktifkan angker dinamo.
  • Tegangan maksimum dan arus yang dapat berjalan melalui angker dinamo dan kontak angker dinamo.
  • umlah angker dinamo (umumnya satu atau dua).
  • Jumlah kontak untuk angker dinamo (umumnya satu atau dua – relay pada gambar di atas memiliki dua, salah satunya tidak terpakai).
  • Apakah kontak (jika hanya satu kontak disediakan) adalah normally open (NO) atau normally closed (NC).

Kesimpulan

Relay adalah sebuah saklar elektromekanis sederhana yang terdiri dari elektromagnet dan satu set kontak. Relay dapat Anda temukan tersembunyi di semua jenis perangkat elektronik.

Relay cukup umum dalam peralatan rumah dimana terdapat kontrol elektronik untuk menyalakan sesuatu seperti motor atau lampu. Mereka juga sering terdapat pada mobil, di mana suplai tegangan 12V berarti hampir semuanya membutuhkan arus yang besar. Pada model mobil berikutnya,

Secara umum, relay dapat digunakan untuk Remote control, Penguatan daya starting relay pada mesin mobil, Pengatur logika kontrol suatu sistem.

Referensi   [ + ]

1. https://en.wikipedia.org/wiki/Relay
2. http://www.electronics-tutorials.ws/blog/relay-switch-circuit.html