Seni Rupa

fungsi seni rupa


Fungsi seni rupa secara umum adalah untuk Menyampaikan nilai-nilai budaya dan ekspresi seniman, Sebagai sarana ritual keagamaan dan juga Sebagai media atau alat untuk mengenang suatu peristiwa tertentu. Tentunya untuk memuaskan batin seniman penciptanya atau memberikan kepuasan tersendiri.[1]

Berdasarkan fungsinya, seni rupa dibagi menjadi 2 jenis yaitu seni rupa murni dan seni rupa terapan. Terlepas dari jenisnya, secara khusus seni rupa mengandung nilai estetika yang dapat memberikan rasa nyaman atau kekaguman kepada penikmat seni rupa secara umum.[2]

Jenis-Jenis Seni Rupa

Seni Rupa Murni – adalah suatu cabang seni yang menghasilkan karya dengan fungsinya sekedar untuk dinikmati keindahannya saja. Dalam proses pembuatannya, seni rupa murni tidak mempedulikan nilai-nilai praktis dari karya yang dihasilkannya, melainkan lebih berfokus pada nilai estetisnya saja.

Contoh Seni Rupa Murni

  • Lukisan
  • Kaligrafi
  • Seni Grafis
  • Seni Fotografi
  • Patung
  • Relief
  • Topeng

Seni Rupa Terapan – Karya seni rupa yang berwujud 2 atau 3 dimensi yang memiliki fungsi tertentu dalam kehidupan sehari-hari yang mana mengandung nilai fungsi tertentu di samping nilai seni yang dimilikinya.

Contoh Seni Rupa Terapan

  • Rumah Adat
  • Senjata Tradisional
  • Transportasi Tradisional
  • Seni Kriya ( Pahat, Tekstil, Anyaman, Keramik )

Pada karya seni terapan sulit sekali untuk menjelaskan atau menilai hasil dari karya seni tersebut, karena masing-masing individu yang membuatnya memiliki pandangan tersendiri.

Seni rupa adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan. Kesan ini diciptakan dengan mengolah konsep titik, garis, bidang, bentuk, volume, warna, tekstur, dan pencahayaan dengan acuan estetika.

Berdasarkan cakupannya fungsi seni rupa dapat dibedakan menjadi dua bagian yaitu :

1. Fungsi Probadi atau Individual

konsep penciptaan seni yang lebih menekankan pada proses emosional dari sang seniman. Disini peran seniman sebagai kreator dalam menciptakan sebuah karya seni, semua ide, imajinasi, pemikiran dituangkan sehingga menghasilkan sebuah karya seni.

Bagi seniman juga akan tecapai kepuasan jiwa atau diri, ketika semua konsep pemikirannya telah tertuang dalam karya.

2. Fungsi Masyarakat (Sosial)

Setiap karya seni yang diciptakan seniman, pada umumnya akan disajikan kepada masyarakat atau audiens. Ketika karya seni itu hadir di dalam masyarakat, maka disitulah terjadi interaksi antara audiens dan karya seni tersebut. Distu karya seni di nikmati, diamati, diapresiasi.

Referensi   [ + ]

1. https://id.wikipedia.org/wiki/Seni_rupa
2. https://id.wikipedia.org/wiki/Seni_rupa_terapan