Tari Kecak

fungsi tari kecak


Fungsi Tari Kecak adalah sebagai sarana untuk upcara adat, sarana hiburan dan pertunjukan serta sebagai saran pendidikan. Istilah nama kecak sendiri diduga berasal dari suara tarian ini sendiri, yaitu “cak, cak, cak” suara yang terdengar aneh tapi unik ,harmonis irama bunyi ini diucapkan sepanjang pertunjukan.

Tari kecak adalah seni tari khas Bali yang lebih utama menceritakan mengenai Ramayana dan dimainkan terutama oleh laki-laki. Tarian ini dipertunjukkan oleh banyak (puluhan atau lebih) penari laki-laki yang duduk berbaris melingkar dan dengan irama tertentu menyerukan “cak” dan mengangkat kedua lengan. [1]

Berikut adalah penjelasan dari masing-masing fungsi dan peran tari kecak:

  • Sarana upacara – merupakan bagian dari tradisi yang ada dalam suatu kehidupan masyarakat yang sifatnya turun temurun dari generasi ke generasi berikutnya sampai masa kini yang berfungsi sebagai ritual.
  • Sarana hiburan – salah satu bentuk penciptaan tari ditujukan hanya untuk di tonton. Tari ini memiliki tujuan hiburan pribadi lebih mementingkan kenikmatan dalam menari.
  • Sarana pertunjukkan – bentuk momunikasi sehingga ada penyampai pesan dan penerima pesan. Tari ini lebih mementingkan bentuk estetika dari pada tujuannya. Tarian ini lebih digarap sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
  • Sarana pendidikan – tari yang digunakan untuk sarana pendidikan dengan mengajarkan di sekolah-sekolah formal.[2]

Sebagai suatu pertunjukan tari kecak didukung oleh beberapa faktor yang sangat penting, Dalam pertunjukan kecak ini menyajikan tarian sebagai pengantar cerita, tentu musik sangat vital untuk mengiringi lenggak lenggok penari. Namun dalam tari kecak musik dihasilkan dari perpaduan suara anggota cak yang berjumlah sekitar 70-an orang.

Referensi   [ + ]

1. https://id.wikipedia.org/wiki/Kecak
2. www.tarikecak.com