fungsi voltmeter


Fungsi Voltmeter adalah untuk mengukur besar tegangan listrik dalam suatu rangkaian listrik. Alat ini terdiri dari tiga buah lempengan tembaga yang terpasang pada sebuah bakelite yang dirangkai dalam sebuah tabung kaca atau plastik.[1]

Pada alat ukur voltmeter ini biasanya ditemukan tulisan voltmeter (V), milivoltmeter (mV), mikrovoltmeter, dan kilovolt (kV). Voltmeter memiliki batas ukur tertentu, yakni nilai tegangan maksimum yang dapat diukur oleh voltmeter tersebut. Jika tegangan yang diukur oleh voltmeter melebihi batas ukurnya, voltmeter akan rusak.

Voltmeter ini merupakan gabungan dari fungsi alat ukur amperemeter untuk mengukur ampere (kuat arus listrik), sedangkan voltmeter untuk mengukur volt (besar tegangan listrik).

Prinsip Kerja voltmeter Dan Cara Menggunakannya

Cara penggunaan voltmeter dilakukan dengan merangkainya secara paralelĀ  terhadap komponen yang kita ukur beda potensialnya. Pada rangkaian arus searah pemasangan kutub-kutub voltmeter harus sesuai. Kutub positip dengan potensial tinggi dan kutub negatip dengan potensial rendah.

Biasanya ditandai dengan kabel yang berwarna hitam dan merah atau biru. Bila pemasangan terbalik akan terlihat penyimpangan yang arahnya ke kiri. Sedangkan pada rangkaian arus bolak balik tidak menjadi masalah.[2]

Prinsip Kerja Voltmeter hampir sama dengan Amperemeter karena desainnya juga terdiri dari galvanometer dan hambatan seri atau multiplier. Gaya magnetik inilah yang menggerakan jarum penunjuk sehingga menyimpang saat dilewati oleh arus yang melewati kumparan. Makin besar kuat arus akan makin besar penyimpangannya.

Referensi   [ + ]

1. https://id.wikipedia.org/wiki/Voltmeter
2. http://www.geocities.ws/nerdi/cara_penggunaan_voltmeter.html